Skip to main content

CEWEK BUGIL

7 Tips Agar Pernikahan Tetap Romantis Meski Sudah Lama Menikah

Pernikahan yang bahagia sampai akhir hayat memang menjadi impian semua orang. Memang harapan tersebut terdengar klise, namun banyak juga pasangan yang berhasil mempertahankan cintanya sampai tua. Ya, cinta, satu kata itu terkadang membingungkan. Kadang cinta datang tiba-tiba, dan hilang begitu saja. Tapi, tahukah Anda saat Anda melakukan aktivitas yang dikaitkan dengan ‘cinta’, tubuh akan melepas hormon oksitosin? Hormon ini dikenal juga sebagai hormon cinta. Hormon ini akan membuat Anda merasa bahagia dan euphoria.

Penting bagi Anda untuk tetap menjaga keharmonisan rumah tangga. Sayangnya, jalan menuju pernikahan yang harmonis tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Anda akan menemui banyak pertentangan, perbedaan pendapat, sehingga terkadang sikap romantis yang dimiliki pasangan pun berkurang. Setiap orang memiliki level romantis yang berbeda-beda. Namun, terkadang rasa ini diperlukan agar pernikahan tetap segar, seperti baru menikah. Bagaimana solusinya agar pernikahan tetap romantis dan penuh antusiasme seperti saat Anda pertama kali tinggal seatap?

BACA JUGA: 7 Kebiasaan yang Dapat Merusak Pernikahan

Apa saja yang perlu dilakukan agar pernikahan tetap romantis?

Kunci utama agar hubungan Anda tetap hangat adalah bersikap sebagai teman. Anda pasti sering melihat teman mengunggah foto di social media ketika berlibur dengan pasangannya, foto tersebut memperlihatkan keromantisan mereka. Namun, apakah hubungan mereka benar-benar bersinar di kehidupan nyata? Kita tidak tahu pasti jawabannya, dan tidak perlu menduga-duga.

Romantisme hubungan tidak hanya dilihat dari berapa banyak perjalanan wisata yang sepasang suami istri lalui. Justru romantisme mulai terbentuk pada keseharian kita. Bersikap sebagai teman adalah dasar dari kuatnya sebuah hubungan, lalu apa saja caranya agar hubungan Anda kuat?

1. Jaga komunikasi

Jika Anda membangun komunikasi baik dengan teman, tentu Anda juga bisa membangun komunikasi baik dengan pasangan Anda. Perhatikan apa yang pasangan pikirkan, dan rasakan, cobalah untuk selalu bertanya kegiatannya hari ini. Anda bisa meluangkan waktu sekitar 15 menit setiap malamnya, hanya untuk mengobrol santai dan bercengkrama.

2. Tunjukkan penghargaan untuk dirinya

Dalam hubungan rumah tangga, tentu baik suami, maupun istri memiliki perannya masing-masing. Kadang salah satu di antaranya, atau bahkan keduanya, tidak peka dengan tugas-tugas kecil, contohnya menyetrika baju. Tidak ada salahnya Anda mengucapkan terima kasih untuk hal-hal kecil pada pasangan Anda. Dia mungkin juga tidak pernah berharap ucapan tersebut, namun tentunya satu kata ‘terima kasih’ akan membuat hatinya senang, merasa diperhatikan. Semua orang senang, bukan, ketika mendapatkan apresiasi atas usahanya?

3. Tunjukkan kebaikan

Ketika terjadi perdebatan atau pertengkaran, pasangan bersikap tidak baik seperti biasa. Ketika hal itu terjadi, biasanya kita akan balik membalas dengan bersikap tidak baik juga. Anda tahu bahwa kebaikan itu menular? Maka, cobalah beberapa cara sederhana, seperti mendengarkan dengan seksama ketika pasangan berkeluh kesah, menghindari balasan kasar, membantunya mengerjakan tugas rumah ketika ia sibuk, atau Anda bisa selipkan catatan kecil tentang cinta kepada pasangan Anda.

Baca juga : 6 sumber Stres Utama di dalam pernikahan

4. Cobalah mengerti keadaannya

Ingin dimengerti merupakan perasaan yang alami. Benar juga adanya kita tidak dapat sepenuhnya mengerti apa yang pasangan kita rasakan. Tetapi, cobalah untuk selalu mengungkapkan dukungan ketika ia sedang kecewa atau terpuruk. Bisa juga dengan memberikan saran-saran yang membangun. Seperti petuah, kita harus memberi terlebih dahulu, baru menerima.  Sama halnya dengan Anda harus mengerti dulu perasaannya, baru dimengerti.

5. Buat tradisi romantis

Berpelukan dan berciuman termasuk ke dalam aktivitas cinta, tentunya hal ini dapat meningkatkan produksi hormon oksitosin. Selain membuat Anda bahagia, hormon ini juga memiliki efek seperti membentuk empati, kepercayaan dalam hubungan, dan perasaan terikat. Anda bisa melakukan pelukan dan ciuman sebanyak mungkin, asal tidak mengganggu lingkungan sekitar.

6. Cari kesempatan untuk melakukan seks romantis

Ketika sudah memiliki anak, tentunya Anda dan pasangan merasa tidak seleluasa dulu, apalagi kalau anak-anak Anda sudah beranjak dewasa. Anda tetap bisa mencari celah untuk membangkitkan seks romantisme itu, berikut beberapa tipsnya:
  • Anda dan pasangan bisa bangun lebih pagi, lalu lakukan foreplay di kamar mandi.
  • Anda juga bisa memilih musik untuk menjadi suara latar saat melakukan hubungan seks, jadi kecil kemungkinan seseorang akan mendengarkannya. Pastikan juga, Anda sudah mengunci kamar.
  • Anda bisa menjadwalkan seks saat semua anggota keluarga sudah pergi tidur, jadi aktivitas seksual tidak terganggu. Tentunya, Anda juga bisa melakukannya saat orang-orang rumah pergi keluar, dengan begitu Anda dan pasangan tertantang berpacu dengan waktu sampai anggota keluarga Anda pulang. Rasanya seperti kembali muda, bukan?

Comments

Popular posts from this blog

Haruskah Komunikasi Sepanjang Waktu dengan Pacar?

Tidak bisa dipungkiri bahwa komunikasi adalah salah satu aspek terpenting dalam sebuah hubungan. Melalui komunikasi, keterikatan emosional serta keintiman Anda dan pasangan akan selalu terjaga. Namun, seberapa sering Anda harus melakukan komunikasi dalam hubungan pacaran? Apakah komunikasi wajib dilakukan setiap hari? Apakah komunikasi dalam hubungan pacaran harus dilakukan setiap hari? Ketika baru saja memulai hubungan asmara, mungkin Anda atau pasangan selalu memiliki keinginan untuk berbicara, bahkan sekadar  chatting  setiap waktu. Rasanya Anda dan pasangan tidak mau kehilangan momen berharga untuk membicarakan apapun, mulai dari menanyakan kegiatan sehari-hari, hingga topik-topik seru lainnya. Tetapi, mungkin Anda pernah bertanya-tanya apakah komunikasi memang perlu dilakukan setiap hari dalam hubungan pacaran. Anda mungkin khawatir apakah pasangan merasa bosan dan jenuh bila komunikasi dilakukan secara berlebihan. Di sisi lain, Anda juga takut hubungan i...

“Kamu Nggak Pernah Ngertiin Aku!” — Begini Caranya Agar Anda dan Pasangan Saling Mengerti Satu Sama Lain

Bosan dengar argumen seperti “Kamu  nggak  pernah ngertiin aku!” atau “Kapan, sih, kamu pernah dengerin  omongan  aku?” setiap kali bertengar dengan pasangan?  Manusia pada hakikatnya memang butuh didengarkan dan dimengerti oleh orang lain. Tak terkecuali dalam tiap hubungan asmara dengan segala lika-likunya. Namun sayang,  tidak semua orang bisa atau mau memahami dan mendengarkan  keinginan pasangannya . Padahal, menyediakan diri (dan juga hati) untuk mendengarkan si dia, tak hanya kemauan tapi juga keluh-kesahnya, adalah salah satu  tanda cinta Anda kepada pasangan. Lantas, bagaimana harusnya menjalin  komunikasi yang baik dengan pasangan? Contek tips dan triknya di sini Mendengarkan tak sekadar mendengar pakai telinga, harus memahami juga Mendengarkan adalah bentuk penghargaan, rasa hormat kepada pikiran dan perasaan orang yang Anda cintai. Tapi tentu mendengarkan tidak hanya pakai telinga, juga harus pakai hati. Faye Doll, ...

10 Cara Membantu Anak Anda Sukses di Sekolah Dasar

Bimbingan dan dukungan orangtua merupakan hal terpenting yang membantu anak untuk sukses di bidang akademik. Berikut ini adalah 10 cara agar orangtua dapat mendidik anaknya untuk menjadi siswa yang sukses. 1. Kenali guru-gurunya Anak remaja Anda dapat berprestasi lebih baik jika orangtua mereka terlibat dalam kehidupan akademiknya. Menghadiri acara sekolah adalah cara yang baik untuk melihat bagaimana sekolah anak Anda, juga mengenal gurunya. Anda juga dapat bertemu dengan wali kelasnya untuk membahas program dan aturan sekolah, serta berbagai pilihan yang perlu diketahui orangtua dan wali murid. Menghadiri pertemuan guru dan murid adalah cara yang bagus untuk tetap mengetahui informasi dari sekolah. Di banyak sekolah, guru biasanya hanya akan memanggil orangtua saat ada masalah tingkah laku anak atau jika nilai anjlok, tapi jangan sungkan untuk membuat janji dengan gurunya dan bertemu untuk membahas perkembangan akademis anak Anda, atau kebutuhan khususnya. Ingat bahwa...