Skip to main content

CEWEK BUGIL

7 Kebiasaan yang Dapat Merusak Pernikahan

Pernikahan adalah sesuatu yang sakral, kedua belah pihak harus saling bekerja sama dalam membangun sebuah hubungan jangka panjang bahkan seumur hidup. Tidak hanya meluruskan visi dan misi dari pernikahan, Anda dan pasangan juga harus saling mengevaluasi diri masing-masing. Masalah kecil ketika dipendam akan menjadi besar. Anda mungkin tidak suka dengan beberapa kebiasaan pasangan setelah menikah. Ingin berpendapat, tapi takut melukai hatinya. Mungkin, pasangan juga tidak suka dengan beberapa kebiasaan Anda, ia juga ingin menegur, tapi takut membuat Anda sakit hati. Ada beberapa kebiasaan yang dapat menghancurkan pernikahan Anda. Apa saja kebiasaan tersebut?

Apa saja kebiasaan yang dapat menghancurkan pernikahan Anda?

Berikut ini beberapa kebiasaan yang diduga dapat membuat hubungan Anda dan pasangan menjadi renggang:

1. Memanfaatkan pasangan

Setelah menikah, baik Anda maupun pasangan memiliki perannya masing-masing. Laki-laki mungkin akan menyerahkan urusan dapur pada perempuan, atau sebaliknya, tidak masalah jika itu adalah kesepakatan yang telah disetujui kedua belah pihak. Namun, ketika Anda memanfaatnya untuk melayani Anda tanpa memberikan timbal balik, ini akan menjadi hubungan yang tidak sehat. Anda membiarkan pasangan Anda terus melayani Anda, tanpa Anda memberikan pelayanan balik pada pasangan, bahkan jarang mengucapkan terima kasih padanya. Mungkin pasangan Anda akan menerima pada awalnya, tapi ia akan merasa terabaikan di kemudian hari.

2. Terobsesi pada gadget

Anda dan pasangan mungkin ‘kecanduan’ akan sesuatu. Tidak perlu melihat yang berat. Anda, atau pasangan mungkin jarang memiliki waktu berdua untuk berbicara, namun sangat aktif dalam media sosial. Tak jarang juga ketika memiliki waktu berdua, justru Anda berdua asik dengan smartphone masing-masing. Menurut Lisa Bahar, terapis berlisensi untuk keluarga dan pernikahan di Newport Beach Calif, yang dikutip situs Lifescript, “Kecanduan Anda akan sesuatu dapat menjadi orang ketiga dalam pernikahan Anda.” Tidak hanya media sosial dan gadget, kecanduan juga bisa berupa kecanduan alkohol, obat-obatan, judi, atau belanja berlebihan.

Meskipun kecanduan tersebut tidak melibatkan seks atau perselingkuhan, tetap saja ketika sesuatu yang menyita waktu Anda lebih banyak, ini dapat membuat Anda melupakan pasangan dapat merusak pernikahan. Pastikan Anda memahami nilai pernikahan, dan sadar bagaimana kebiasaan tersebut berdampak pada hubungan Anda berdua.

3. Tidak memiliki inisiatif untuk menunjukkan kasih sayang

Mungkin Anda merasa seharusnya pasangan Andalah yang harusnya terlebih dulu menunjukkan perhatian pada Anda, sehingga Anda tidak berinisiatif menunjukkan perhatian padanya. Anda perlu berhati-hati, sebab perilaku ini bisa menjadi kebiasaan, meskipun hubungan Anda dan pasangan sudah terbentuk dengan baik. Dampak buruknya, pasangan bisa menjadi salah paham atas kebiasaan tersebut, ia juga akan berasumsi bahwa Anda tidak benar-benar peduli padanya. Perhatian kecil dapat membuat hubungan Anda dan pasangan semakin intim. Cara untuk mengatasi kebiasaan buruk ini adalah dengan mencoba pelan-pelan memberi perhatian ketika Anda merasa dapat mengendalikan perasaan Anda, coba lihat respon positif yang Anda dapatkan.

5. Adu argumen setiap saat

Ketika kita memiliki pendapat, memang tujuannya adalah untuk didengarkan. Tapi, bagaimana ketika salah satu di antara kalian tidak mau mengalah? Tentunya solusi tidak akan tercapai, bukan? Adu argumen juga bisa menjadi kebiasaan. Anda mungkin tidak tahan untuk membalikkan kata-katanya dengan berbagai alasan. Percayalah, hal tersebut tidak akan berakhir, Anda dan pasangan hanya mengungkapkan alasan masing-masing tanpa menghadirkan solusi. Tidak ada salahnya berbicara baik-baik, saling mendengarkan, tanpa harus saling menyalahkan.

6. Menghindari seks

Jika Anda mulai menghindari berhubungan seks dengan pasangan, mungkin pernikahan Anda sedang dalam masalah. Pertama-tama, Anda mungkin menghindari seks dengan alasan merasa lelah, atau lainnya, pasangan pun mengerti dengan alasan itu. Perlahan, Anda pun akan terbiasa menghindari seks, berharap pasangan akan mengerti. Tentu saja, pasangan Anda akan bertanya-tanya dengan sikap Anda, keintiman pun akan berkurang dengan Anda bersikap seperti itu.

Coba temukan apa yang membuat Anda tidak tertarik melakukan hubungan seks dengan pasangan, apakah ikatan di antara kalian longgar karena seringnya berdebat, atau karena hal lainnya. Jika memang karena hal tersebut, pastikan Anda dan pasangan memiliki komunikasi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Selain itu, cobalah untuk berusaha bilang ‘ya’ ketika ia mengajak berhubungan seks, walaupun suasana hati Anda mengatakan ‘tidak’ . Anda dan pasangan mungkin masih akan mendapatkan orgasme. Banyak manfaat berupa kesehatan mental dan fisik dari orgasme.

Jika Anda masih merasa tidak yakin, cobalah sebagai permulaan dengan memeluknya selama 10 menit. Berpelukan dapat melepaskan hormon oksitosin, dan menurunkan hormone stres.

7. Menjadikan pasangan sebagai prioritas kedua


Anda mungkin sedang fokus dalam mencapai cita-cita dan target-target yang lain, namun bukan berarti Anda menjadikan pasangan Anda sebagai prioritas terakhir, dan melupakannya di rencana-rencana Anda. Pasangan Anda juga memiliki mimpi-mimpi, yang perlu Anda lakukan adalah balik mendukungnya. Ketika keluarga berada di prioritas teratas, artinya pekerjaan juga ada di atas, sebab Anda membutuhkan biaya untuk mencapai mimpi-mimpi keluarga. Keseimbangan prioritas mungkin tidak akan tercapai, tapi yang penting Anda lakukan adalah jangan melupakan pasangan di rencana-rencana Anda.

Comments

Popular posts from this blog

Haruskah Komunikasi Sepanjang Waktu dengan Pacar?

Tidak bisa dipungkiri bahwa komunikasi adalah salah satu aspek terpenting dalam sebuah hubungan. Melalui komunikasi, keterikatan emosional serta keintiman Anda dan pasangan akan selalu terjaga. Namun, seberapa sering Anda harus melakukan komunikasi dalam hubungan pacaran? Apakah komunikasi wajib dilakukan setiap hari? Apakah komunikasi dalam hubungan pacaran harus dilakukan setiap hari? Ketika baru saja memulai hubungan asmara, mungkin Anda atau pasangan selalu memiliki keinginan untuk berbicara, bahkan sekadar  chatting  setiap waktu. Rasanya Anda dan pasangan tidak mau kehilangan momen berharga untuk membicarakan apapun, mulai dari menanyakan kegiatan sehari-hari, hingga topik-topik seru lainnya. Tetapi, mungkin Anda pernah bertanya-tanya apakah komunikasi memang perlu dilakukan setiap hari dalam hubungan pacaran. Anda mungkin khawatir apakah pasangan merasa bosan dan jenuh bila komunikasi dilakukan secara berlebihan. Di sisi lain, Anda juga takut hubungan i...

“Kamu Nggak Pernah Ngertiin Aku!” — Begini Caranya Agar Anda dan Pasangan Saling Mengerti Satu Sama Lain

Bosan dengar argumen seperti “Kamu  nggak  pernah ngertiin aku!” atau “Kapan, sih, kamu pernah dengerin  omongan  aku?” setiap kali bertengar dengan pasangan?  Manusia pada hakikatnya memang butuh didengarkan dan dimengerti oleh orang lain. Tak terkecuali dalam tiap hubungan asmara dengan segala lika-likunya. Namun sayang,  tidak semua orang bisa atau mau memahami dan mendengarkan  keinginan pasangannya . Padahal, menyediakan diri (dan juga hati) untuk mendengarkan si dia, tak hanya kemauan tapi juga keluh-kesahnya, adalah salah satu  tanda cinta Anda kepada pasangan. Lantas, bagaimana harusnya menjalin  komunikasi yang baik dengan pasangan? Contek tips dan triknya di sini Mendengarkan tak sekadar mendengar pakai telinga, harus memahami juga Mendengarkan adalah bentuk penghargaan, rasa hormat kepada pikiran dan perasaan orang yang Anda cintai. Tapi tentu mendengarkan tidak hanya pakai telinga, juga harus pakai hati. Faye Doll, ...

10 Cara Membantu Anak Anda Sukses di Sekolah Dasar

Bimbingan dan dukungan orangtua merupakan hal terpenting yang membantu anak untuk sukses di bidang akademik. Berikut ini adalah 10 cara agar orangtua dapat mendidik anaknya untuk menjadi siswa yang sukses. 1. Kenali guru-gurunya Anak remaja Anda dapat berprestasi lebih baik jika orangtua mereka terlibat dalam kehidupan akademiknya. Menghadiri acara sekolah adalah cara yang baik untuk melihat bagaimana sekolah anak Anda, juga mengenal gurunya. Anda juga dapat bertemu dengan wali kelasnya untuk membahas program dan aturan sekolah, serta berbagai pilihan yang perlu diketahui orangtua dan wali murid. Menghadiri pertemuan guru dan murid adalah cara yang bagus untuk tetap mengetahui informasi dari sekolah. Di banyak sekolah, guru biasanya hanya akan memanggil orangtua saat ada masalah tingkah laku anak atau jika nilai anjlok, tapi jangan sungkan untuk membuat janji dengan gurunya dan bertemu untuk membahas perkembangan akademis anak Anda, atau kebutuhan khususnya. Ingat bahwa...