Skip to main content

CEWEK BUGIL

Berapa Kali Masturbasi yang Dianggap Masih Normal?

Alasan utama mengapa pria suka melakukan masturbasi adalah untuk mendapatkan kesenangan. Setelah melakukan masturbasi, pria akan merasa kepuasan seksualnya terpenuhi. Kenikmatan yang diperolehnya ini membuat pria ingin selalu melakukannya, bahkan mungkin bisa mengakibatkan kecanduan. Beberapa mungkin sampai mengganggu kehidupan sehari-harinya. Agar tidak mengembangkan hal-hal yang buruk, apakah ada batas maksimal berapa kali masturbasi yang masih dianggap wajar?

Berapa kali masturbasi yang masih tergolong normal?

Pertanyaan tersebut mungkin sering Anda pikirkan di otak Anda. Ya, melalui masturbasi seorang pria dapat terpuaskan akan kebutuhan seksualnya. Namun, jika hal ini dilakukan terus-menerus, tentu dapat mengganggu kehidupan dan hasrat seksual. Apalagi seringnya melakukan masturbasi setelah menikah juga terbukti membuat keintiman dengan pasangan menjadi berkurang.

Masturbasi mungkin diperlukan, selain untuk kepuasan seksual, juga untuk mengeluarkan sperma yang sudah lama untuk digantikan dengan sperma yang baru. Beberapa dari Anda mungkin pernah berpikir bahwa semakin sering masturbasi, semakin sering sperma keluar, dan dapat menyebabkan produksi sperma semakin banyak atau malah jumlah sperma semakin sedikit karena terus dikeluarkan. Namun, sebenarnya masturbasi tidak akan mempengaruhi jumlah sperma yang Anda produksi.

Masturbasi merupakan kegiatan seksual yang umum dilakukan oleh semua pria di seluruh dunia. Namun, tidak ada batasan yang normal untuk berapa kali sebaiknya Anda melakukan masturbasi dalam sehari maupun seminggu. Dilansir dari WebMd, Logan Levkoff, seorang seksologis dan pendidik seks, mengatakan bahwa bukan masalah berapa kali Anda masturbasi dalam seminggu atau sehari, tetapi yang jadi pertanyaan adalah bagaimana masturbasi mempengaruhi hidup Anda. Jika Anda sering melakukan masturbasi dalam seminggu dan Anda merasa sehat dan hidup Anda puas,  itu baik buat Anda. Tetapi jika sering melakukan masturbasi membuat Anda mengabaikan pekerjaan atau malah menjadi alasan untuk tidak melakukan hubungan seksual dengan pasangan Anda, mungkin masturbasi perlu Anda pertimbangkan.

Kesimpulannya adalah bukan berapa kali masturbasi yang Anda lakukan, tetapi yang penting adalah berapa frekuensi masturbasi yang baik sesuai dengan gaya hidup Anda. Namun, yang harus diingat adalah, masturbasi merupakan semacam kecanduan yang semakin sering Anda lakukan, semakin ingin Anda melakukannya lagi dan lagi. Jangan sampai hal ini malah merusak kehidupan Anda. Untuk mengurangi keinginan untuk masturbasi, Anda bisa melakukan hal-hal yang lebih positif, seperti berolahraga atau melakukan hobi Anda.

Berapa kali rata-rata pria melakukan masturbasi?

Sebuah penelitian oleh Indiana University tahun 2009 melakukan survei untuk mengetahui seberapa sering pria dan wanita di berbagai usia melakukan masturbasi. Survei yang dinamakan National Survey of Sexual Health and Behavior ini menunjukkan bahwa paling banyak pria usia 18-49 tahun melakukan masturbasi hanya beberapa kali dalam sebulan. Sedangkan, pria usia 50 sampai 70 tahun ke atas sudah jarang melakukan masturbasi, hampir tidak melakukan masturbasi dalam kurun waktu beberapa tahun ke belakang sebelum adanya survei ini.

Mungkin juga bahwa semakin tua usia pria, semakin besar kemungkinan ia melaporkan bahwa ia tidak melakukan masturbasi sama sekali. Pria yang paling banyak melakukan masturbasi, yaitu lebih dari 4 kali dalam seminggu, berada pada usia 25-29 tahun, sebesar 20,1%.

Apakah masturbasi aman untuk kesehatan?

Pada dasarnya masturbasi aman untuk dilakukan, tetapi juga berbahaya jika tidak dilakukan dengan benar. Perlu diketahui bahwa masturbasi tidak memberikan manfaat bagi kesehatan seperti yang diberikan ketika Anda berhubungan seksual dengan pasangan Anda. Berdasarkan penelitian, berhubungan seksual memberikan manfaat untuk tekanan darah, jantung, dan kesehatan kelenjar prostat, tetapi tidak dengan masturbasi.

Masturbasi dapat berbahaya bagi kesehatan jika tidak dilakukan dengan benar, dan bahayanya adalah:

  • Masturbasi dalam posisi telungkup dapat menyebabkan tekanan berlebih pada penis, sehingga dapat mengakibatkan cedera atau masalah lainnya. Untuk menghindarinya, sebaiknya Anda melakukan masturbasi dalam posisi berdiri, duduk, atau berbaring.
  • Saat masturbasi mungkin beberapa dari Anda berusaha untuk menghentikan aliran cairan sperma, tetapi hal ini sebenarnya tidak baik dilakukan. Meremas penis Anda untuk menghentikan aliran semen dapat menyebabkan kerusakan pada saraf dan pembuluh darah di penis, serta juga dapat membuat semen masuk ke dalam kandung kemih.

Comments

Popular posts from this blog

10 Tips Melakukan Seks Cepat Saat Tak Ada Waktu

Pernahkah Anda melakukan seks cepat? Hmm, bagaimana rasanya? Kita semua tahu bahwa seks yang memuaskan adalah yang melibatkan pemanasan, dapat berupa ciuman, pijatan, sentuhan-sentuhan memanjakan, atau permainan tertentu. Namun, saat waktu yang kita miliki terbatas, seks singkat pun menjadi pilihan yang menantang. Terkadang seks cepat juga dilakukan saat salah satu pasangan tidak sabar menunggu. Tapi apakah seks cepat tersebut dapat membuat Anda dan pasangan merasa terkoneksi? Lalu bagaimana cara melakukannya agar sama bermaknanya seperti bercinta biasa. Bagaimana melakukan seks cepat? Berdasarkan survei terapis seks yang berasal dari Kanada dan Amerika, yang dipublikasikan pada The Journal of Sexual Medicine, seks cepat atau quickie  tidak melibatkan pemanasan ( foreplay ), biasanya berlangsung sekitar 3 sampai 13 menit. Mungkin pada novel-novel romantis, adegan seks yang lama terasa sangat sensual, namun seringnya di kehidupan nyata, seks maraton yang berlangsun...

Haruskah Komunikasi Sepanjang Waktu dengan Pacar?

Tidak bisa dipungkiri bahwa komunikasi adalah salah satu aspek terpenting dalam sebuah hubungan. Melalui komunikasi, keterikatan emosional serta keintiman Anda dan pasangan akan selalu terjaga. Namun, seberapa sering Anda harus melakukan komunikasi dalam hubungan pacaran? Apakah komunikasi wajib dilakukan setiap hari? Apakah komunikasi dalam hubungan pacaran harus dilakukan setiap hari? Ketika baru saja memulai hubungan asmara, mungkin Anda atau pasangan selalu memiliki keinginan untuk berbicara, bahkan sekadar  chatting  setiap waktu. Rasanya Anda dan pasangan tidak mau kehilangan momen berharga untuk membicarakan apapun, mulai dari menanyakan kegiatan sehari-hari, hingga topik-topik seru lainnya. Tetapi, mungkin Anda pernah bertanya-tanya apakah komunikasi memang perlu dilakukan setiap hari dalam hubungan pacaran. Anda mungkin khawatir apakah pasangan merasa bosan dan jenuh bila komunikasi dilakukan secara berlebihan. Di sisi lain, Anda juga takut hubungan i...