Skip to main content

CEWEK BUGIL

13 Hal yang Terjadi Pada Tubuh Saat Jatuh Cinta

Setiap manusia pasti pernah merasa jatuh cinta, setidaknya sekali seumur hidup. Tapi tahukah Anda bahwa sebenarnya ada banyak reaksi dalam tubuh saat Anda sedang jatuh cinta? Bukan cuma jantung berdebar-debar dan bikin kita berkeringat dingin saat sedang bersama orang yang bikin kita “lupa dunia”, tapi ada juga beberapa reaksi lainnya, bahkan yang membuat kita jadi seperti “orang bodoh” (meskipun hanya untuk sementara).

Apa yang terjadi pada tubuh kita ketika sedang jatuh cinta lebih banyak melibatkan reaksi kimia dan hormon. Seperti dilansir Health dan Kompas, ada beberapa penelitian yang membuktikan apa saja reaksi yang terjadi di dalam tubuh kita saat sedang dimabuk asmara, seperti yang bisa Anda simak di bawah ini:

1. Sama seperti ketagihan obat

Berdasarkan studi yang dilakukan pada tahun 2010 di Rutgers University, para peneliti mengungkap bahwa sensasi jatuh cinta mirip seperti ketagihan obat yang melepaskan euforia. 

Otak melepaskan zat kimia seperti dopamin, oksitosin, adrenalin, dan vasopresin. Seorang seksolog klinis dan terapis pernikahan Kat Van Kirk, PhD. mengatakan kimia-kimia tersebut lepas melalui interaksi yang berbeda dan membantu Anda semakin dekat dengan pasangan. Seperti obat, semakin banyak waktu yang Anda habiskan bersama orang yang membuat Anda jatuh cinta, Anda akan semakin “ketagihan”.

2. Bikin “mabuk”

Berdasarkan penelitian yang dilakukan University of Birmingham, semakin banyak oksitosin alias “hormon cinta”, efeknya akan sama seperti ketika Anda meminum banyak wine, mabuk, dan bertingkah aneh-aneh. Para peneliti tersebut melakukan penelitian tentang efek oksitosin dan alkohol, dan meskipun efeknya berbeda pada otak, hasilnya akan sama.

3. Pipi merah, keringat dingin, dan jantung berdetak cepat

Sebelum kencan dimulai, Anda mungkin menyadari bahwa detak jantung akan berdetak lebih cepat dan tangan Anda akan banyak berkeringat. Bukan cuma karena gugup, tapi itu sebenarnya merupakan efek dari stimulasi adrenalin dan norepinephrin, kata Dr. Kirk. “Ini akan menyebabkan sensasi fisik dan hasrat untuk memfokuskan perhatian Anda kepada orang yang membuat Anda jatuh cinta,” katanya.

4. Pupil melebar

Ketika perhatian Anda tertuju pada seseorang, ada stimulasi yang terjadi dalam sistem pembuluh darah simpati Anda, yang menyebabkan pupil mata Anda melebar, kata Dr. Kirk.

5. Anda mungkin merasa sedikit tidak enak badan

Ketika Anda bertemu orang baru dan menarik perhatian Anda, mungkin Anda akan kehilangan nafsu makan dan rasa tidak enak badan. Tapi itulah yang ingin tubuh Anda sampaikan kalau Anda benar-benar menyukai orang yang membuat Anda jatuh cinta. Dr. Kirk mengatakan, biasanya rasa tidak enak badan ini akan hilang seiring berjalannya hubungan Anda dengan pasangan Anda.

6. Anda akan memiliki “kekuatan super”

Pernah dengar cerita seorang ibu yang panik mengangkat mobil untuk menyelamatkan anaknya yang terjebak di bawahnya? Kombinasi cinta dan rasa takut bisa memberikan seseorang kekuatan super yang mendadak muncul dalam keadaan darurat, meski penelitian masih sulit untuk membuktikannya. Kekuatan “super” tersebut juga bisa terjadi pada orang yang jatuh cinta.

“Oksitosin yang dilepas sistem tubuh Anda ketika jatuh cinta sebenarnya bisa meningkatkan toleransi Anda pada rasa sakit fisik,” tutur Dr. Kirk.

7. Jika wanita, nada suara Anda lebih tinggi

Ketika Anda sedang jatuh cinta, kemudian masuk ke tahapan selanjutnya dan mulai berkomitmen, Anda mungkin akan mulai sadar bahwa suara Anda akan jadi lebih tinggi. Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam Journal of Evolutionary Psychology, para peneliti menemukan bahwa ketika perempuan berbicara pada pria, mereka lebih tertarik secara fisik, dan suara mereka akan jadi lebih tinggi dan lebih feminin.

8. Patah hati bisa membuat jantung Anda sakit

Berdasarkan riset American Heart Association, Anda bisa meninggal karena patah hati. Secara ilmiah, ini adalah akibat dari kardiomiopati yang dipicu oleh stress, dan ia bisa menyerang bahkan pada orang paling sehat sekalipun ketika hormon stress mereka berlimpah ruah saat mengalami kejadian emosional seperti meninggalnya pasangan, perceraian, atau bahkan putus cinta.

Gejala kardiomiopati ini mirip serangan jantung, termasuk sesak nafas, detak jantung yang tidak biasa, serta nyeri dada. Meski sindrom patah hati bisa menyebabkan kerusakan permanen pada jantung, dan dalam kasus yang jarang bahkan bisa menyebabkan kematian, kabar baiknya adalah banyak kasus bisa diatasi dan bisa benar-benar disembuhkan dalam waktu beberapa minggu.

9. Berat badan Anda bisa naik

Pada tahun 2012 dalam sebuah review dalam Journal of Obesity, para peneliti menemukan bahwa pasangan yang meningkat berat badannya saat berpacaran biasanya akan berlanjut pada pernikahan. Saat telah menjalin hubungan pun, baik pria maupun wanita biasanya akan lebih banyak makan. Bahkan wanita yang baru menikah berat badannya meningkat 12 kg dalam 5 tahun pertama setelah menikah. 

10. Kalau Anda menikah, Anda bisa hidup lebih lama dan lebih sehat

Berdasarkan studi yang dilakukan Duke University Medical Center, mereka yang memasuki usia 40 tahun pernikahan memiliki sedikit risiko faktor kematian prematur dibandingkan mereka yang bercerai atau tidak pernah menikah. 

Studi lainnya dari NYU Langone Medical Center di New York menemukan bahwa pria dan wanita yang menikah bisa memiliki jantung yang lebih kuat dibandingkan yang tidak pernah menikah. Pria biasanya memiliki jantung lebih kuat dibandingkan istrinya, dengan risiko 5% lebih rendah dari penyakit vaskular, berdasarkan riset.

11. Tulang pria akan lebih kuat

Bila Anda jatuh cinta dan kemudian menjalin hubungan, studi dari UCLA menemukan bahwa pada pria yang hubungannya stabil atau menikah setelah berusia 25 tahun biasanya memiliki tulang yang lebih kuat. Tapi studi tersebut menangkap bahwa hal itu bisa terjadi hanya bila pria tersebut menemukan wanita yang suportif.

12. Kreativitas Anda akan berapi-api

Sebuah studi pada tahun 2015 yang dipublikasikan Journal of Family Issues menemukan bahwa ketika Anda berada dalam suatu hubungan, kreativitas Anda akan terpicu. Kenapa?
Para peneliti menyimpulkan bahwa banyak orang yang sedang memulai suatu hubungan asmara akan fokus untuk tujuan jangka panjangnya. Arti lainnya, ketika Anda sedang jatuh cinta, otak akan mempersilakan diri Anda untuk lebih banyak bermimpi dan berimajinasi.

13. Jatuh cinta meringankan rasa sakit kronis

Mungkin terdengar seperti mukjizat, tapi menjalin hubungan dengan seseorang bisa menjadi pengobatan untuk mengurangi rasa sakit kronis, berdasarkan studi yang dilakukan Stanford University School of Medicine pada tahun 2010. Para peneliti mengatakan, jatuh cinta yang intens akan sama efeknya seperti obat penghilang rasa sakit pada area otak. Dokter optimis bahwa cinta akan membantu mengurangi rasa sakit, meskipun mungkin perlu riset lebih lanjut.

Comments

Popular posts from this blog

10 Tips Melakukan Seks Cepat Saat Tak Ada Waktu

Pernahkah Anda melakukan seks cepat? Hmm, bagaimana rasanya? Kita semua tahu bahwa seks yang memuaskan adalah yang melibatkan pemanasan, dapat berupa ciuman, pijatan, sentuhan-sentuhan memanjakan, atau permainan tertentu. Namun, saat waktu yang kita miliki terbatas, seks singkat pun menjadi pilihan yang menantang. Terkadang seks cepat juga dilakukan saat salah satu pasangan tidak sabar menunggu. Tapi apakah seks cepat tersebut dapat membuat Anda dan pasangan merasa terkoneksi? Lalu bagaimana cara melakukannya agar sama bermaknanya seperti bercinta biasa. Bagaimana melakukan seks cepat? Berdasarkan survei terapis seks yang berasal dari Kanada dan Amerika, yang dipublikasikan pada The Journal of Sexual Medicine, seks cepat atau quickie  tidak melibatkan pemanasan ( foreplay ), biasanya berlangsung sekitar 3 sampai 13 menit. Mungkin pada novel-novel romantis, adegan seks yang lama terasa sangat sensual, namun seringnya di kehidupan nyata, seks maraton yang berlangsun...

Haruskah Komunikasi Sepanjang Waktu dengan Pacar?

Tidak bisa dipungkiri bahwa komunikasi adalah salah satu aspek terpenting dalam sebuah hubungan. Melalui komunikasi, keterikatan emosional serta keintiman Anda dan pasangan akan selalu terjaga. Namun, seberapa sering Anda harus melakukan komunikasi dalam hubungan pacaran? Apakah komunikasi wajib dilakukan setiap hari? Apakah komunikasi dalam hubungan pacaran harus dilakukan setiap hari? Ketika baru saja memulai hubungan asmara, mungkin Anda atau pasangan selalu memiliki keinginan untuk berbicara, bahkan sekadar  chatting  setiap waktu. Rasanya Anda dan pasangan tidak mau kehilangan momen berharga untuk membicarakan apapun, mulai dari menanyakan kegiatan sehari-hari, hingga topik-topik seru lainnya. Tetapi, mungkin Anda pernah bertanya-tanya apakah komunikasi memang perlu dilakukan setiap hari dalam hubungan pacaran. Anda mungkin khawatir apakah pasangan merasa bosan dan jenuh bila komunikasi dilakukan secara berlebihan. Di sisi lain, Anda juga takut hubungan i...

Berapa Kali Masturbasi yang Dianggap Masih Normal?

Alasan utama mengapa pria suka melakukan masturbasi adalah untuk mendapatkan kesenangan. Setelah melakukan masturbasi, pria akan merasa kepuasan seksualnya terpenuhi. Kenikmatan yang diperolehnya ini membuat pria ingin selalu melakukannya, bahkan mungkin bisa mengakibatkan kecanduan. Beberapa mungkin sampai mengganggu kehidupan sehari-harinya. Agar tidak mengembangkan hal-hal yang buruk, apakah ada batas maksimal berapa kali masturbasi yang masih dianggap wajar? Berapa kali masturbasi yang masih tergolong normal? Pertanyaan tersebut mungkin sering Anda pikirkan di otak Anda. Ya, melalui masturbasi seorang pria dapat terpuaskan akan kebutuhan seksualnya. Namun, jika hal ini dilakukan terus-menerus, tentu dapat mengganggu kehidupan dan hasrat seksual. Apalagi seringnya melakukan masturbasi setelah menikah juga terbukti membuat keintiman dengan pasangan menjadi berkurang. Masturbasi mungkin diperlukan, selain untuk kepuasan seksual, juga untuk mengeluarkan sperma...