Skip to main content

CEWEK BUGIL

6 Sumber Stres Utama di Dalam Pernikahan

Anda mungkin pernah mendengar bahwa pasangan yang menikah hidupnya cenderung lebih bahagia dari orang yang tidak menikah. Namun, hal ini hanya berlaku apabila pernikahan yang diarungi membahagiakan dan memuaskan. Layaknya berbagai keputusan yang Anda ambil dalam hidup, pernikahan menawarkan dua sisi berbeda bagi setiap pasangan. Pernikahan Anda bisa menjadi jawaban atas segala harapan dan keinginan Anda, tapi mungkin juga menjadi sumber stres dalam hidup.
Berbagi hidup dengan orang lain memang tak selalu mudah dan indah. Ada juga saat-saat dan berbagai faktor yang bisa membuat Anda dan pasangan merasa stres atau tertekan dalam pernikahan. Jika Anda terus-menerus merasa stres dan kondisi ini tak kunjung membaik, itu berarti ada sesuatu dalam pernikahan Anda.

Sumber stres dalam pernikahan

Jangan langsung berpikiran negatif karena adanya masalah dalam setiap pernikahan itu wajar saja. Yang penting adalah mengenali sumber stres Anda dan mencari jalan keluar yang terbaik. Inilah berbagai sumber stres yang berasal dari pernikahan Anda.

1. Masalah keuangan

Stres yang disebabkan oleh masalah keuangan dalam rumah tangga adalah penyebab perceraian yang paling besar. Setiap pasangan suami istri ditantang untuk menyatukan visi dan misi dalam hal finansial dan hal ini tidak mudah. Biasanya masalah semakin bertambah pelik kalau satu pihak cenderung menghambur-hamburkan uang dan pihak lainnya bersikeras untuk menabung.   

2. Membesarkan anak

Perbedaan prinsip ketika membesarkan anak bisa membuat Anda stres. Tekanan untuk menjadi orang tua yang ideal saja sudah cukup berat, apalagi jika Anda dan pasangan masih belum sepaham tentang cara membesarkan anak.

3. Kesehatan

Masalah kesehatan yang muncul tiba-tiba tentu akan sangat membebani. Terutama jika masalah kesehatan yang dihadapi cukup serius. Anda akan terus-menerus merasa khawatir dan gugup sementara tanggung jawab masing-masing semakin bertambah.

4. Kehidupan seks

Seks merupakan salah satu pilar pernikahan yang harus dijaga agar tetap kokoh. Maka itu, tanpa Anda atau pasangan sadari, masalah dalam kehidupan seks bisa menyebabkan stres. Coba pikirkan lagi, kapan Anda dan pasangan terakhir berhubungan intim? Apakah Anda dan pasangan menikmatinya?

5. Komunikasi

Salah satu penyebab stres yang Anda rasakan mungkin berakar dari sistem komunikasi yang lemah antara Anda dan pasangan. Perhatikan apakah Anda selalu merasa frustrasi karena maksud Anda tidak tersampaikan dengan baik pada pasangan atau sebaliknya. Meskipun tampak sepele, masalah komunikasi dalam pernikahan bisa perlahan-lahan menyebabkan stres.

6. Kepercayaan

Hilangnya kepercayaan pada pasangan mengakibatkan rasa cemas, gelisah, dan takut yang berlarut-larut. Anda pun akan dipenuhi dengan pikiran negatif dan inilah yang bisa menimbulkan stres. Demikian juga halnya jika Anda lah yang tidak dipercayai oleh pasangan.  

Dampak mengabaikan stres karena masalah pernikahan

Stres yang berasal dari pernikahan Anda tidak akan menghilang begitu saja jika Anda dan pasangan tidak mengusahakan penyelesaian apa pun. Justru gejala stres yang diabaikan bisa membahayakan kesehatan Anda.

1. Depresi

Pernikahan yang tidak bahagia telah terbukti meningkatkan risiko Anda menderita depresi. Penelitian yang dilakukan oleh University of Wisconsin-Madison dalam jurnal Psychophysiology mengungkapkan bahwa mereka yang menderita stres karena masalah pernikahan akan kesulitan menikmati pengalaman serta hal-hal yang membahagiakan. Pertanda ini adalah salah satu dari banyak gejala depresi.

2. Dementia

Dampak lain dari mengabaikan stres yang muncul akibat masalah dalam pernikahan adalah risiko dementia. Deborah Barnes dalam penelitian yang dipublikasikan dalam Archives of General Psychiatry membuktikan bahwa tekanan dan depresi yang dialami seseorang pada usia paruh baya (35 tahun ke atas) meningkatkan risiko Anda terserang Alzheimer hingga dua kali lipat dan dementia hingga tiga kali lipat.

3. Penyakit jantung

Pernikahan yang penuh dengan tekanan dan sumber stres bisa memberikan dampak buruk bagi jantung Anda. Para ahli di Michigan State Unversity telah berhasil membuktikan kaitan penyakit jantung dengan tingkat kebahagiaan pasangan dalam sebuah pernikahan. Semakin Anda stres dalam pernikahan, semakin tinggi pula risiko Anda terserang penyakit jantung.

Tips meredakan stres dalam pernikahan

1. Membuka diri

Untuk meredakan stres dalam pernikahan, Anda perlu mencari solusi yang tuntas. Caranya adalah dengan membuka diri dengan pasangan. Itu berarti Anda harus mau jujur dan menyampaikan apa yang selama ini Anda rasakan, jangan hanya berasumsi bahwa pasangan Anda seharusnya sudah mengerti isi pikiran Anda. Anda juga harus mau mendengarkan pasangan Anda dengan hati yang lapang, tanpa maksud membela diri atau membantah.

2. Mencari bantuan profesional

Jika segala cara sudah Anda tempuh bersama pasangan tapi perubahan yang diinginkan tak kunjung tiba, jangan malu untuk mencari bantuan profesional seperti konselor pernikahan atau psikolog. Perlu diingat bahwa mencari bantuan profesional bukan berarti pernikahan Anda telah gagal atau Anda tidak mampu menjaga kualitas hubungan dengan pasangan. Ini justru berarti Anda cukup kuat dan peduli untuk menyelamatkan pernikahan Anda.

Comments

Popular posts from this blog

10 Tips Melakukan Seks Cepat Saat Tak Ada Waktu

Pernahkah Anda melakukan seks cepat? Hmm, bagaimana rasanya? Kita semua tahu bahwa seks yang memuaskan adalah yang melibatkan pemanasan, dapat berupa ciuman, pijatan, sentuhan-sentuhan memanjakan, atau permainan tertentu. Namun, saat waktu yang kita miliki terbatas, seks singkat pun menjadi pilihan yang menantang. Terkadang seks cepat juga dilakukan saat salah satu pasangan tidak sabar menunggu. Tapi apakah seks cepat tersebut dapat membuat Anda dan pasangan merasa terkoneksi? Lalu bagaimana cara melakukannya agar sama bermaknanya seperti bercinta biasa. Bagaimana melakukan seks cepat? Berdasarkan survei terapis seks yang berasal dari Kanada dan Amerika, yang dipublikasikan pada The Journal of Sexual Medicine, seks cepat atau quickie  tidak melibatkan pemanasan ( foreplay ), biasanya berlangsung sekitar 3 sampai 13 menit. Mungkin pada novel-novel romantis, adegan seks yang lama terasa sangat sensual, namun seringnya di kehidupan nyata, seks maraton yang berlangsun...

Haruskah Komunikasi Sepanjang Waktu dengan Pacar?

Tidak bisa dipungkiri bahwa komunikasi adalah salah satu aspek terpenting dalam sebuah hubungan. Melalui komunikasi, keterikatan emosional serta keintiman Anda dan pasangan akan selalu terjaga. Namun, seberapa sering Anda harus melakukan komunikasi dalam hubungan pacaran? Apakah komunikasi wajib dilakukan setiap hari? Apakah komunikasi dalam hubungan pacaran harus dilakukan setiap hari? Ketika baru saja memulai hubungan asmara, mungkin Anda atau pasangan selalu memiliki keinginan untuk berbicara, bahkan sekadar  chatting  setiap waktu. Rasanya Anda dan pasangan tidak mau kehilangan momen berharga untuk membicarakan apapun, mulai dari menanyakan kegiatan sehari-hari, hingga topik-topik seru lainnya. Tetapi, mungkin Anda pernah bertanya-tanya apakah komunikasi memang perlu dilakukan setiap hari dalam hubungan pacaran. Anda mungkin khawatir apakah pasangan merasa bosan dan jenuh bila komunikasi dilakukan secara berlebihan. Di sisi lain, Anda juga takut hubungan i...

Berapa Kali Masturbasi yang Dianggap Masih Normal?

Alasan utama mengapa pria suka melakukan masturbasi adalah untuk mendapatkan kesenangan. Setelah melakukan masturbasi, pria akan merasa kepuasan seksualnya terpenuhi. Kenikmatan yang diperolehnya ini membuat pria ingin selalu melakukannya, bahkan mungkin bisa mengakibatkan kecanduan. Beberapa mungkin sampai mengganggu kehidupan sehari-harinya. Agar tidak mengembangkan hal-hal yang buruk, apakah ada batas maksimal berapa kali masturbasi yang masih dianggap wajar? Berapa kali masturbasi yang masih tergolong normal? Pertanyaan tersebut mungkin sering Anda pikirkan di otak Anda. Ya, melalui masturbasi seorang pria dapat terpuaskan akan kebutuhan seksualnya. Namun, jika hal ini dilakukan terus-menerus, tentu dapat mengganggu kehidupan dan hasrat seksual. Apalagi seringnya melakukan masturbasi setelah menikah juga terbukti membuat keintiman dengan pasangan menjadi berkurang. Masturbasi mungkin diperlukan, selain untuk kepuasan seksual, juga untuk mengeluarkan sperma...