Skip to main content

CEWEK BUGIL

Mau Mengirim Foto Seksi ke Pasangan? Baca Dulu Tips Amannya

Di zaman yang serba canggih seperti sekarang, mengirim foto seksi ke pasangan semudah membalikkan telapak tangan. Namun, hati-hati. Jangan sampai niat menggoda malah sampai kebablasan dan merugikan Anda berdua ke depannya. Berikut ini sederet tips amannya untuk dicoba lain kali.

Panduan aman mengirim foto seksi ke pasangan

Tidak ada salahnya sesekali mengirim foto seksi ke pasangan. Hal ini bukanlah hal yang dilarang apalagi memalukan, terutama jika Anda berdua sudah saling percaya.

Apabila Anda sudah siap dengan angle dan pose terbaik Anda, jangan langsung jepret dulu! Tetap ada beberapa hal yang wajib Anda pertimbangkan sebelum mengirim foto seksi ke pasangan.

1. Minta izin terlebih dahulu

Walau Anda berdua sudah menjajaki hubungan yang serius bahkan mungkin sudah menikah lama, meminta izin tetap wajib dilakukan.
Hal ini dilakukan untuk memastikan pasangan tidak sedang berada dalam situasi yang tidak bisa diganggu atau sedang dikelilingi banyak orang. Pasalnya, mendapat kiriman foto seksi tentu dapat membuyarkan fokus pasangan Anda.
Belum lagi imajinasi yang telanjur terlalu liar kadang cukup sulit untuk “dibendung” seketika. Salah-salah, pasangan mungkin saja ereksi tiba-tiba di depan umum, misalnya di tengah rapat penting.

2. Mengunduh aplikasi yang memiliki end-to-end encrypted

Saat mengirim foto seksi pada pasangan, Anda perlu paham bahwa risiko paling buruknya adalah foto bisa tersebar secara tak sengaja. Untuk keamanan ekstra, Anda bisa mengirim foto seksi Anda melalui aplikasi end-to-end encrypted seperti Telegram atau WhatsApp.
Dikutip dari Vice, aplikasi end-to-end encrypted artinya, hanya orang yang mengirim dan menerima pesan yang dapat melihatnya. Baik pembuat aplikasi maupun pemerintah tidak dapat mencegat atau mendekripsi pesan.
Pakar keamanan siber, Jamie Campbell mengungkapkan, aplikasi Telegram adalah aplikasi yang aman untuk saling bertukar foto, teks, dan video, seperti dikutip dari laman Insider.
Sedangkan, Instagram dan Snapchat bukanlah aplikasi terbaik untuk saling berbagi atau bertukar gambar, pesan, atau video. Pada snapchat, Anda hanya diberikan notifikasi pemberitahuan bahwa pesan Anda di screenshot tanpa Anda tidak bisa mencegahnya.

3. Sebisa mungkin jangan pasang wajah di foto

Seperti yang sudah dibahas pada poin sebelumnya di atas, bagaimana kalau foto seksi Anda tersebar? Nah, untuk mencegah hal tersebut jangan pasang wajah di foto seksi Anda.
Ingat, foto seksi itu tidak harus foto telanjang. Foto yang sebagian telanjang itu juga foto seksi. Jadi, jangan lakukan hal yang lebih dari semestinya.
Lakukanlah apa yang membuat Anda nyaman, dan selebihnya biarkan imajinasi pasangan yang mengambil alih “tugas” Anda untuk menyemangati harinya.

4. Cek ulang setelah mengirim foto

Terkadang kegugupan saat mengirim foto seksi pada pasangan membuat Anda jadi sulit fokus dan sangat mungkin melakukan beberapa kesalahan. Bukan tidak mungkin foto yang seharusnya dikirim pada pasangan justru terkirim ke grup keluarga atau mungkin ke media sosial
Oleh karena itu, selalu cek ulang penerimanya setelah Anda mengirim foto. Pastikan bahwa Anda mengirimkan ke orang yang tepat.
Jika ternyata salah kirim, segera hapus pesan dengan layanan yang tersedia di aplikasi. Telegram, Whatsapp, dan Line termasuk aplikasi yang sudah memiliki fitur yang satu ini.

5. Jangan kirim foto sambil mabuk

Mengirim foto seksi saat sedang mabuk bukanlah ide yang bagus. Pasalnya saat sedang mabuk, Anda bisa melupakan hal-hal yang telah disebutkan di atas.
Lakukan saat Anda sedang asadar sepenuhnya dan tentu atas keinginan sendiri. Ketika Anda sadar, Anda paham apa yang harus dilakukan dan meminimalisir blunder fatal.

6. Hapus foto yang telah dikirimkan

Tak perlu menyimpan foto seksi yang baru saja Anda kirim pada pasangan. Menyimpannya di ponsel hanya akan membuat Anda waswas karena bisa terlihat oleh orang lain secara tak sengaja.
Selain menghapus di galeri ponsel, ada baiknya untuk menghapus chat berisi foto seksi jika pasangan sudah melihatnya. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir foto bugil Anda bisa tersebar luas saat misalnya ponsel pasangan hilang atau sedang dipinjam.

Comments

Popular posts from this blog

10 Tips Melakukan Seks Cepat Saat Tak Ada Waktu

Pernahkah Anda melakukan seks cepat? Hmm, bagaimana rasanya? Kita semua tahu bahwa seks yang memuaskan adalah yang melibatkan pemanasan, dapat berupa ciuman, pijatan, sentuhan-sentuhan memanjakan, atau permainan tertentu. Namun, saat waktu yang kita miliki terbatas, seks singkat pun menjadi pilihan yang menantang. Terkadang seks cepat juga dilakukan saat salah satu pasangan tidak sabar menunggu. Tapi apakah seks cepat tersebut dapat membuat Anda dan pasangan merasa terkoneksi? Lalu bagaimana cara melakukannya agar sama bermaknanya seperti bercinta biasa. Bagaimana melakukan seks cepat? Berdasarkan survei terapis seks yang berasal dari Kanada dan Amerika, yang dipublikasikan pada The Journal of Sexual Medicine, seks cepat atau quickie  tidak melibatkan pemanasan ( foreplay ), biasanya berlangsung sekitar 3 sampai 13 menit. Mungkin pada novel-novel romantis, adegan seks yang lama terasa sangat sensual, namun seringnya di kehidupan nyata, seks maraton yang berlangsun...

Haruskah Komunikasi Sepanjang Waktu dengan Pacar?

Tidak bisa dipungkiri bahwa komunikasi adalah salah satu aspek terpenting dalam sebuah hubungan. Melalui komunikasi, keterikatan emosional serta keintiman Anda dan pasangan akan selalu terjaga. Namun, seberapa sering Anda harus melakukan komunikasi dalam hubungan pacaran? Apakah komunikasi wajib dilakukan setiap hari? Apakah komunikasi dalam hubungan pacaran harus dilakukan setiap hari? Ketika baru saja memulai hubungan asmara, mungkin Anda atau pasangan selalu memiliki keinginan untuk berbicara, bahkan sekadar  chatting  setiap waktu. Rasanya Anda dan pasangan tidak mau kehilangan momen berharga untuk membicarakan apapun, mulai dari menanyakan kegiatan sehari-hari, hingga topik-topik seru lainnya. Tetapi, mungkin Anda pernah bertanya-tanya apakah komunikasi memang perlu dilakukan setiap hari dalam hubungan pacaran. Anda mungkin khawatir apakah pasangan merasa bosan dan jenuh bila komunikasi dilakukan secara berlebihan. Di sisi lain, Anda juga takut hubungan i...

Berapa Kali Masturbasi yang Dianggap Masih Normal?

Alasan utama mengapa pria suka melakukan masturbasi adalah untuk mendapatkan kesenangan. Setelah melakukan masturbasi, pria akan merasa kepuasan seksualnya terpenuhi. Kenikmatan yang diperolehnya ini membuat pria ingin selalu melakukannya, bahkan mungkin bisa mengakibatkan kecanduan. Beberapa mungkin sampai mengganggu kehidupan sehari-harinya. Agar tidak mengembangkan hal-hal yang buruk, apakah ada batas maksimal berapa kali masturbasi yang masih dianggap wajar? Berapa kali masturbasi yang masih tergolong normal? Pertanyaan tersebut mungkin sering Anda pikirkan di otak Anda. Ya, melalui masturbasi seorang pria dapat terpuaskan akan kebutuhan seksualnya. Namun, jika hal ini dilakukan terus-menerus, tentu dapat mengganggu kehidupan dan hasrat seksual. Apalagi seringnya melakukan masturbasi setelah menikah juga terbukti membuat keintiman dengan pasangan menjadi berkurang. Masturbasi mungkin diperlukan, selain untuk kepuasan seksual, juga untuk mengeluarkan sperma...