Skip to main content

CEWEK BUGIL

7 Sebab Puting Susu Mengeras (Apakah Karena Terangsang?)

Puting susu merupakan salah satu bagian sensitif tubuh. Mengalami puting susu keras mungkin pernah dirasakan di waktu-waktu tertentu. Namun, apakah Anda tahu penyebabnya? Berikut berbagai penyebab puting susu keras pada wanita yang umumnya terjadi.

Berbagai hal yang membuat puting susu keras

1. Duct ectasia

Duct ectasia adalah kondisi saat saluran susu membesar dan tersumbat. Akibatnya, puting mengalami kemerahan, gatal, berlendir tebal, dan keras serta nyeri saat disentuh. Kondisi ini bisa berkembang menjadi mastitis atau infeksi payudara lainnya.

Menurut American Cancer Society, duct ectasia biasanya menyerang wanita yang mendekati masa menopause. Namun, tenang saja karena kondisi ini tidak berhubungan dengan kanker payudara dan sama sekali tidak meningkatkan risiko seseorang terkena kanker.

2. Abses payudara

Abses payudara adalah kumpulan nanah di payudara yang sering terjadi pada ibu menyusui atau yang sedang mengalami mastitis. Abses juga bisa terjadi akibat luka terbuka di daerah di payudara yang memungkinkan bakteri memasuki jaringan payudara.

Kondisi ini biasanya menyebabkan nyeri pada puting, kemerahan, hangat, dan keras jika disentuh. Kondisi ini juga biasanya membuat Anda mengalami demam. Nanah dalam abses harus dikeluarkan agar kondisi Anda membaik. Maka, segera periksakan ke dokter.

3. Rangsangan seksual

Puting susu keras juga bisa terjadi saat Anda terangsang secara seksual. Dikutip dari Medical Daily, para peneliti menduga bahwa otot-otot di areola memang mampu merespon rangsangan. Ini karena areola memiliki sel otot polos yang akan berkontraksi saat dirangsang.

Ada jenis saraf khusus yang tugasnya hanya untuk membuat puting menjadi kaku dan keras. Biasanya, ketika sel saraf ini diaktifkan oleh senyawa norepinefrin yang biasanya diproduksi ketika wanita terangsang, otot akan berkontraksi dengan membuat areola menjadi kencang dan puting pun mengeras.

4. Kedinginan

Mirip seperti respons terhadap rangsangan seksual, puting payudara juga ternyata akan bereaksi secara serupa terhadap udara dingin. Menurut para ahli, ini karena cuaca dingin dan rangsangan seksual sama-sama meningkatkan produksi senyawa norepinefrin yang membuat puting mengeras.

5. Menyusui

Puting yang mengeras juga merupakan cara alami tubuh untuk membantu bayi menyusui dengan lebih mudah. Puting susu keras dan kaku juga disebabkan karena otot di sekitar areola berkontraksi ketika dirangsang oleh mulut bayi. Ketika bayi menempelkan mulutnya ke puting, maka secara otomatis puting akan kaku dan mengeras sebagai tanda siap menyalurkan ASI.

6. Minum pil KB

Pil KB adalah salah satu alat kontrasepsi (pencegah kehamilan) yang efek sampingnya mirip dengan gejala-gejala saat hamil. Dari mulai puting susu yang keras dan nyeri jika disentuh, mual, sakit kepala, berat badan yang terus bertambah, hingga suasana hati yang mudah berubah.

Namun, biasanya berbagai gejala ini akan muncul di waktu awal mengonsumsinya saja. Sementara ketika tubuh telah terbiasa dengan obat, perlahan gejala ini akan hilang. Namun, jika berbagai gejala ini tak kunjung hilang Anda perlu mengonsultasikannya ke dokter.

7. Menstruasi

Puting yang keras dan terkadang disertai oleh rasa nyeri umumnya terjadi saat hormon progesteron di dalam tubuh meningkat. Biasanya peningkatan ini akan dimulai sekitar satu minggu sebelum menstruasi dimulai. Tak hanya puting susu yang mengeras, Anda juga biasanya akan mengalami berbagai gejala lain seperti nafsu makan yang meningkat dan nyeri pinggang.

Comments

Popular posts from this blog

10 Tips Melakukan Seks Cepat Saat Tak Ada Waktu

Pernahkah Anda melakukan seks cepat? Hmm, bagaimana rasanya? Kita semua tahu bahwa seks yang memuaskan adalah yang melibatkan pemanasan, dapat berupa ciuman, pijatan, sentuhan-sentuhan memanjakan, atau permainan tertentu. Namun, saat waktu yang kita miliki terbatas, seks singkat pun menjadi pilihan yang menantang. Terkadang seks cepat juga dilakukan saat salah satu pasangan tidak sabar menunggu. Tapi apakah seks cepat tersebut dapat membuat Anda dan pasangan merasa terkoneksi? Lalu bagaimana cara melakukannya agar sama bermaknanya seperti bercinta biasa. Bagaimana melakukan seks cepat? Berdasarkan survei terapis seks yang berasal dari Kanada dan Amerika, yang dipublikasikan pada The Journal of Sexual Medicine, seks cepat atau quickie  tidak melibatkan pemanasan ( foreplay ), biasanya berlangsung sekitar 3 sampai 13 menit. Mungkin pada novel-novel romantis, adegan seks yang lama terasa sangat sensual, namun seringnya di kehidupan nyata, seks maraton yang berlangsun...

Haruskah Komunikasi Sepanjang Waktu dengan Pacar?

Tidak bisa dipungkiri bahwa komunikasi adalah salah satu aspek terpenting dalam sebuah hubungan. Melalui komunikasi, keterikatan emosional serta keintiman Anda dan pasangan akan selalu terjaga. Namun, seberapa sering Anda harus melakukan komunikasi dalam hubungan pacaran? Apakah komunikasi wajib dilakukan setiap hari? Apakah komunikasi dalam hubungan pacaran harus dilakukan setiap hari? Ketika baru saja memulai hubungan asmara, mungkin Anda atau pasangan selalu memiliki keinginan untuk berbicara, bahkan sekadar  chatting  setiap waktu. Rasanya Anda dan pasangan tidak mau kehilangan momen berharga untuk membicarakan apapun, mulai dari menanyakan kegiatan sehari-hari, hingga topik-topik seru lainnya. Tetapi, mungkin Anda pernah bertanya-tanya apakah komunikasi memang perlu dilakukan setiap hari dalam hubungan pacaran. Anda mungkin khawatir apakah pasangan merasa bosan dan jenuh bila komunikasi dilakukan secara berlebihan. Di sisi lain, Anda juga takut hubungan i...

Berapa Kali Masturbasi yang Dianggap Masih Normal?

Alasan utama mengapa pria suka melakukan masturbasi adalah untuk mendapatkan kesenangan. Setelah melakukan masturbasi, pria akan merasa kepuasan seksualnya terpenuhi. Kenikmatan yang diperolehnya ini membuat pria ingin selalu melakukannya, bahkan mungkin bisa mengakibatkan kecanduan. Beberapa mungkin sampai mengganggu kehidupan sehari-harinya. Agar tidak mengembangkan hal-hal yang buruk, apakah ada batas maksimal berapa kali masturbasi yang masih dianggap wajar? Berapa kali masturbasi yang masih tergolong normal? Pertanyaan tersebut mungkin sering Anda pikirkan di otak Anda. Ya, melalui masturbasi seorang pria dapat terpuaskan akan kebutuhan seksualnya. Namun, jika hal ini dilakukan terus-menerus, tentu dapat mengganggu kehidupan dan hasrat seksual. Apalagi seringnya melakukan masturbasi setelah menikah juga terbukti membuat keintiman dengan pasangan menjadi berkurang. Masturbasi mungkin diperlukan, selain untuk kepuasan seksual, juga untuk mengeluarkan sperma...