Skip to main content

CEWEK BUGIL

Lawan Keriput di Wajah dengan Minyak Jojoba

Wajah adalah salah satu bagian tubuh yang memerlukan perhatian khusus. Pasalnya, wajah bisa mencerminkan siapa diri Anda sekaligus memancarkan pesona diri. Tak heran jika banyak orang, terutama kaum wanita, sangat menjaga kesehatan kulit wajah. Untuk Anda yang ingin tampil awet muda dan memiliki kulit yang senantiasa halus, penuaan pada kulit wajah bisa menjadi hal yang paling ditakuti. Penuaan ditunjukkan dengan munculnya garis-garis halus dan keriput pada wajah. Akibatnya, wajah Anda mungkin tak tampak sesegar dulu lagi. Karenanya, Anda perlu melakukan pencegahan dan perawatan khusus untuk kulit yang sudah mulai mengalami penuaan. 
 
Sayangnya, perawatan kulit untuk mencegah penuaan dini biasanya membuat kantong Anda cukup terkuras. Entah berupa rangkaian kosmetik yang mengandung formula khusus atau tindakan seperti facelift. Namun, ternyata ada trik yang bisa Anda coba untuk mencegah penuaan dini dengan bahan-bahan alami yang aman bagi kulit dan tidak memakan biaya terlalu banyak. Salah satu caranya adalah menggunakan minyak jojoba untuk melawan keriput.  

Mengapa kulit bisa keriput?

Kulit akan menjadi keriput karena mengalami penuaan. Penuaan pada kulit tubuh dan wajah adalah suatu hal yang terjadi secara alami. Untuk memahami bagaimana proses terjadinya penuaan, Anda perlu tahu sifat-sifat setiap lapisan kulit. Kulit terdiri dari tiga lapisan yaitu epidermis (kulit ari), dermis, dan hipodermis. Epidermis adalah lapisan kulit terluar yang bertugas untuk melindungi kulit dari air, infeksi, dan bakteri. Dermis atau lapisan kedua terdiri dari saraf, lemak, pembuluh darah, kelenjar keringat, kelenjar minyak, serat kolagen, dan serat elastin. Serat kolagen dan serat elastin berfungsi untuk menjaga kekenyalan kulit. Lapisan paling dalam, hipodermis, mengandung lemak yang akan menjaga kehangatan tubuh.
Ketika memasuki usia 20-an, serat kolagen yang diproduksi dermis setiap tahunnya menurun sejumlah satu persen. Serat-serat kolagen dan elastin yang tersimpan dalam dermis akan menggumpal dan merenggang. Akibatnya, kekenyalan kulit akan berkurang dan lama-lama mengendur. Saat Anda mencapai usia 40-an, kulit sudah tidak akan memproduksi kolagen lagi. Inilah yang menyebabkan munculnya garis-garis penuaan dan keriput pada kulit tubuh dan wajah. Di usia 50-an, kelenjar minyak pada dermis akan mengecil sehingga kulit pun jadi semakin kering dan sensitif. 

 
Di luar faktor usia, keriput pada wajah juga bisa terjadi karena faktor lingkungan dan gaya hidup. Hal-hal yang bisa memicu penuaan dini misalnya konsumsi alkohol berlebihan, kurang tidur, kurang minum air, stres, merokok, dan terlalu sering terpapar sinar matahari.

Sebenarnya tanaman apa jojoba itu?

Anda pasti sering mendengar istilah jojoba (dibaca “hohoba”) dalam berbagai produk perawatan kulit. Namun, apakah Anda tahu dari mana jojoba berasal? Jojoba adalah sejenis tanaman perdu (berupa semak-semak) yang banyak tumbuh di gurun-gurun di Mexico dan Amerika Serikat bagian barat daya. Tanaman ini bisa bertahan dalam berbagai suhu dan cuaca. Jojoba akan tetap hidup ketika sedang kering kerontang atau hujan lebat. Sejak dahulu kala, suku Indian telah menggunakan jojoba sebagai obat dan pelembut kulit serta rambut. Namun ternyata khasiat minyak jojoba untuk melawan keriput juga sangat besar. Anda bisa mengganti perawatan yang penuh bahan kimia dengan minyak jojoba murni yang lebih alami dan ramah bagi kulit.
 
Pada masa modern, tanaman jojoba biasanya dimanfaatkan dengan cara mengekstrak biji-bijiannya hingga menjadi minyak. Minyak jojoba ini bisa langsung digunakan untuk kulit atau sebagai bahan campuran produk-produk perawatan kulit seperti sabun, sampo, losion, pelembap bibir, dan kosmetik.  

Khasiat minyak jojoba untuk melawan keriput

Selama tidak dikonsumsi atau dioleskan di daerah mulut, minyak jojoba aman untuk digunakan oleh siapa pun, termasuk Anda yang memiliki kulit sensitif, bayi, serta ibu hamil. Jojoba kaya akan berbagai nutrisi yang dibutuhkan kulit seperti vitamin E, vitamin B kompleks, silikon, kromium, zat besi, iodin, selenium, dan kromium. Inilah yang membuat jojoba berkhasiat tinggi untuk melembutkan, melunakkan, melembapkan, mencerahkan, dan mengusir garis-garis halus pada wajah. 
 
Minyak jojoba bersifat sangat mirip dengan sebum atau minyak yang diproduksi secara alami oleh kelenjar minyak. Maka jika kelenjar minyak kulit sudah sangat sedikit memproduksi sebum, minyak jojoba akan sangat membantu menjaga kekenyalan dan kelembapan wajah. Jojoba juga memiliki fungsi antioksidan yang bisa memperlambat proses penuaan dini secara alami karena jojoba mampu merangsang produksi kolagen dalam dermis.

Cara menggunakan minyak jojoba untuk melawan keriput

Minyak jojoba adalah bahan alami yang bersifat serbaguna. Anda bisa menggunakan minyak jojoba murni sebagai pelembap wajah di malam hari. Sebelum tidur, oleskan minyak jojoba secukupnya pada wajah dan leher sambil memijat ringan. Biarkan selama semalaman penuh. Untuk hasil yang lebih maksimal, minyak jojoba juga dapat dipakai untuk mencuci wajah. Minyak jojoba memiliki kandungan iodin yang tinggi sehingga mampu membunuh bakteri-bakteri jahat yang menempel pada kulit wajah. Teteskan minyak jojoba pada wajah dan usap hingga rata. Diamkan selama dua sampai tiga menit dan bilas bersih dengan air. Jika Anda ingin menyamarkan garis-garis halus yang muncul di bagian wajah tertentu, tuang minyak jojoba pada kapas atau cotton bud dan tepukkan ringan pada garis halus yang muncul.

Comments

Popular posts from this blog

10 Tips Melakukan Seks Cepat Saat Tak Ada Waktu

Pernahkah Anda melakukan seks cepat? Hmm, bagaimana rasanya? Kita semua tahu bahwa seks yang memuaskan adalah yang melibatkan pemanasan, dapat berupa ciuman, pijatan, sentuhan-sentuhan memanjakan, atau permainan tertentu. Namun, saat waktu yang kita miliki terbatas, seks singkat pun menjadi pilihan yang menantang. Terkadang seks cepat juga dilakukan saat salah satu pasangan tidak sabar menunggu. Tapi apakah seks cepat tersebut dapat membuat Anda dan pasangan merasa terkoneksi? Lalu bagaimana cara melakukannya agar sama bermaknanya seperti bercinta biasa. Bagaimana melakukan seks cepat? Berdasarkan survei terapis seks yang berasal dari Kanada dan Amerika, yang dipublikasikan pada The Journal of Sexual Medicine, seks cepat atau quickie  tidak melibatkan pemanasan ( foreplay ), biasanya berlangsung sekitar 3 sampai 13 menit. Mungkin pada novel-novel romantis, adegan seks yang lama terasa sangat sensual, namun seringnya di kehidupan nyata, seks maraton yang berlangsun...

Haruskah Komunikasi Sepanjang Waktu dengan Pacar?

Tidak bisa dipungkiri bahwa komunikasi adalah salah satu aspek terpenting dalam sebuah hubungan. Melalui komunikasi, keterikatan emosional serta keintiman Anda dan pasangan akan selalu terjaga. Namun, seberapa sering Anda harus melakukan komunikasi dalam hubungan pacaran? Apakah komunikasi wajib dilakukan setiap hari? Apakah komunikasi dalam hubungan pacaran harus dilakukan setiap hari? Ketika baru saja memulai hubungan asmara, mungkin Anda atau pasangan selalu memiliki keinginan untuk berbicara, bahkan sekadar  chatting  setiap waktu. Rasanya Anda dan pasangan tidak mau kehilangan momen berharga untuk membicarakan apapun, mulai dari menanyakan kegiatan sehari-hari, hingga topik-topik seru lainnya. Tetapi, mungkin Anda pernah bertanya-tanya apakah komunikasi memang perlu dilakukan setiap hari dalam hubungan pacaran. Anda mungkin khawatir apakah pasangan merasa bosan dan jenuh bila komunikasi dilakukan secara berlebihan. Di sisi lain, Anda juga takut hubungan i...

Berapa Kali Masturbasi yang Dianggap Masih Normal?

Alasan utama mengapa pria suka melakukan masturbasi adalah untuk mendapatkan kesenangan. Setelah melakukan masturbasi, pria akan merasa kepuasan seksualnya terpenuhi. Kenikmatan yang diperolehnya ini membuat pria ingin selalu melakukannya, bahkan mungkin bisa mengakibatkan kecanduan. Beberapa mungkin sampai mengganggu kehidupan sehari-harinya. Agar tidak mengembangkan hal-hal yang buruk, apakah ada batas maksimal berapa kali masturbasi yang masih dianggap wajar? Berapa kali masturbasi yang masih tergolong normal? Pertanyaan tersebut mungkin sering Anda pikirkan di otak Anda. Ya, melalui masturbasi seorang pria dapat terpuaskan akan kebutuhan seksualnya. Namun, jika hal ini dilakukan terus-menerus, tentu dapat mengganggu kehidupan dan hasrat seksual. Apalagi seringnya melakukan masturbasi setelah menikah juga terbukti membuat keintiman dengan pasangan menjadi berkurang. Masturbasi mungkin diperlukan, selain untuk kepuasan seksual, juga untuk mengeluarkan sperma...