Skip to main content

CEWEK BUGIL

Kenapa Perut Buncit Lebih Berbahaya dari Obesitas Biasa

Obesitas (kegemukan) dan obesitas sentral (perut buncit) merupakan kondisi yang disebabkan penimbunan lemak tubuh, namun terdapat perbedaan konsep dan risiko kesehatan keduanya pun bisa berbeda. Lalu manakah yang lebih berbahaya?

Bagaimana mengukur apakah perut kita mengalami obesitas sentral?

Obesitas merupakan kondisi kelebihan akumulasi lemak pada tubuh individu yang tidak seimbang dengan tinggi badan individu. Konsep pengukuran obesitas mengacu pada nilai indeks masa tubuh (IMT) dari perhitungan berat badan (kg) dibagi dengan tinggi badan kuadrat (m2). Nilai IMT yang menunjukan obesitas untuk di Indonesia adalah apabila IMT lebih besar dari 27,0 kg/m2. Namun pengukuran ini sangat bergantung pada tinggi badan dan tidak dapat membedakan massa otot dengan massa lemak tubuh.
 
Sedangkan obesitas sentral merupakan kondisi penumpukan lemak di sekitar abdominal (perut) atau dikenal dengan perut buncit. Metode pengukurannya dengan menggunakan lingkar perut (diukur tepat di bawah ruas tulang rusuk terakhir dan di atas pusar) dengan batas normal apabila lingkar perut kurang dari 90 cm untuk laki-laki dan 80 cm untuk perempuan. Obesitas sentral juga dapat dilihat berdasarkan rasio lingkar perut dan lingkar tulang panggul. Jika perut memiliki lingkar yang lebih besar dibandingkan tulang panggul, maka sudah dapat dipastikan individu tersebut mengalami obesitas sentral alias buncit.
Lalu apakah individu yang mengalami obesitas sudah pasti mengalami obesitas sentral? Belum tentu, begitu juga sebaliknya. Seseorang dengan berat badan lebih mungkin memiliki lemak di bagian tubuh lain, tetapi tidak menumpuk di sekitar perut. Sebaliknya seseorang dengan perut buncit kemungkinan hanya memiliki timbunan lemak di sekitar perut

Penyebab perut buncit

Seperti kelebihan berat badan pada umumnya, obesitas dan obesitas sentral disebabkan oleh penimbunan lemak akibat pola konsumsi tinggi karbohidrat, kolesterol, dan lemak serta tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup. Namun pada obesitas sentral alias buncit, ini sering kali dipicu oleh konsumsi alkohol sehingga sering juga disebut dengan beer belly atau perut bir. 
 
Hal ini telah dibuktikan dengan penelitian oleh Schroder di mana individu yang mengonsumsi alkohol berisiko untuk terkena obesitas sentral sebesar 1,8  kali dibandingkan yang tidak mengonsumsi alkohol. Konsumsi alkohol akan meningkatkan asupan glukosa yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.  

Risiko perut buncit dibandingkan obesitas biasa

Efek buruk terpenting dari kondisi kelebihan berat badan pada individu dengan obesitas adalah meningkatkan berbagai risiko penyakit degeneratif akibat ketidakseimbangan tekanan darah, sekresi insulin, dan kadar kolesterol HDL dan LDL. Tentu saja hal ini tidak akan menimbulkan gejala langsung yang serius, tetapi akan bertambah parah seiring dengan berjalannya usia individu. 
 
Sedangkan pada individu yang mengalami obesitas sentral alias perut buncit, dampak dari penimbunan lemak akan lebih cepat dialami. Berikut beberapa hal yang menyebabkan obesitas sentral lebih berbahaya:

1. Risiko kematian yang lebih tinggi

Individu dengan lemak yang menumpuk di sekitar perut memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan individu dengan obesitas biasa. Hal ini didukung dengan penelitian baru-baru ini yang menunjukkan bahwa  individu dengan obesitas namun tidak memiliki obesitas sentral akan memiliki risiko kematian yang lebih rendah.

2. Obesitas sentral tetap berbahaya meskipun individu memiliki IMT normal

Suatu penelitian oleh Boggsyang menunjukan bahwa perempuan dengan penumpukan lemak di perut meningkatkan risiko kematian dini, meskipun ia  tidak mengalami obesitas.

3. Tidak hanya berisiko terhadap penyakit kardiovaskuler

Penimbunan lemak di sekitar abdomen juga meningkatkan risiko disfungsi ereksi dan kanker. Hal ini disebabkan penimbunan lemak di dekat organ vital tubuh di sekitar perut dapat memicu kerusakan akibat inflamasi pada bagian dalam. Akibatnya individu menjadi lebih berisiko terhadap penyakit kronis.

4. Lebih berisiko menyebabkan penimbunan lemak di dalam pembuluh darah

Penelitian oleh Fan menunjukkan individu lansia dengan obesitas sentral berisiko mengalami arterosklerosis,  sedangkan individu dengan kategori obesitas berdasarkan IMT tidak meningkatkan risiko arterosklerosis.
 
Obesitas sentral dan obesitas umum merupakan kondisi akibat penimbunan lemak. Namun penimbunan lemak di perut atau obesitas sentral lebih berisiko untuk mengalami gangguan bahkan kematian lebih cepat dibandingkan dengan obesitas pada umumnya.

Comments

Popular posts from this blog

Haruskah Komunikasi Sepanjang Waktu dengan Pacar?

Tidak bisa dipungkiri bahwa komunikasi adalah salah satu aspek terpenting dalam sebuah hubungan. Melalui komunikasi, keterikatan emosional serta keintiman Anda dan pasangan akan selalu terjaga. Namun, seberapa sering Anda harus melakukan komunikasi dalam hubungan pacaran? Apakah komunikasi wajib dilakukan setiap hari? Apakah komunikasi dalam hubungan pacaran harus dilakukan setiap hari? Ketika baru saja memulai hubungan asmara, mungkin Anda atau pasangan selalu memiliki keinginan untuk berbicara, bahkan sekadar  chatting  setiap waktu. Rasanya Anda dan pasangan tidak mau kehilangan momen berharga untuk membicarakan apapun, mulai dari menanyakan kegiatan sehari-hari, hingga topik-topik seru lainnya. Tetapi, mungkin Anda pernah bertanya-tanya apakah komunikasi memang perlu dilakukan setiap hari dalam hubungan pacaran. Anda mungkin khawatir apakah pasangan merasa bosan dan jenuh bila komunikasi dilakukan secara berlebihan. Di sisi lain, Anda juga takut hubungan i...

“Kamu Nggak Pernah Ngertiin Aku!” — Begini Caranya Agar Anda dan Pasangan Saling Mengerti Satu Sama Lain

Bosan dengar argumen seperti “Kamu  nggak  pernah ngertiin aku!” atau “Kapan, sih, kamu pernah dengerin  omongan  aku?” setiap kali bertengar dengan pasangan?  Manusia pada hakikatnya memang butuh didengarkan dan dimengerti oleh orang lain. Tak terkecuali dalam tiap hubungan asmara dengan segala lika-likunya. Namun sayang,  tidak semua orang bisa atau mau memahami dan mendengarkan  keinginan pasangannya . Padahal, menyediakan diri (dan juga hati) untuk mendengarkan si dia, tak hanya kemauan tapi juga keluh-kesahnya, adalah salah satu  tanda cinta Anda kepada pasangan. Lantas, bagaimana harusnya menjalin  komunikasi yang baik dengan pasangan? Contek tips dan triknya di sini Mendengarkan tak sekadar mendengar pakai telinga, harus memahami juga Mendengarkan adalah bentuk penghargaan, rasa hormat kepada pikiran dan perasaan orang yang Anda cintai. Tapi tentu mendengarkan tidak hanya pakai telinga, juga harus pakai hati. Faye Doll, ...

10 Cara Membantu Anak Anda Sukses di Sekolah Dasar

Bimbingan dan dukungan orangtua merupakan hal terpenting yang membantu anak untuk sukses di bidang akademik. Berikut ini adalah 10 cara agar orangtua dapat mendidik anaknya untuk menjadi siswa yang sukses. 1. Kenali guru-gurunya Anak remaja Anda dapat berprestasi lebih baik jika orangtua mereka terlibat dalam kehidupan akademiknya. Menghadiri acara sekolah adalah cara yang baik untuk melihat bagaimana sekolah anak Anda, juga mengenal gurunya. Anda juga dapat bertemu dengan wali kelasnya untuk membahas program dan aturan sekolah, serta berbagai pilihan yang perlu diketahui orangtua dan wali murid. Menghadiri pertemuan guru dan murid adalah cara yang bagus untuk tetap mengetahui informasi dari sekolah. Di banyak sekolah, guru biasanya hanya akan memanggil orangtua saat ada masalah tingkah laku anak atau jika nilai anjlok, tapi jangan sungkan untuk membuat janji dengan gurunya dan bertemu untuk membahas perkembangan akademis anak Anda, atau kebutuhan khususnya. Ingat bahwa...