Skip to main content

CEWEK BUGIL

3 Tips Mempertahankan Hubungan Setelah Pasangan Selingkuh


Saat pertama kali mengetahui pasangan selingkuh, mungkin dunia terasa runtuh dan Anda pasti sangat marah. Tidak mudah memang menjalani hidup setelah peristiwa menyakitkan seperti ini. Namun, Anda harus segera singkirkan hal-hal tersebut dan fokus kepada keinginan Anda akan hubungan ini, ingin lanjut atau ingin selesai saja? Apakah mungkin hubungan bisa dilanjutkan pasca perselingkuhan? Simak ulasannya di bawah ini.

Pasangan selingkuh, harus bertahan atau berpisah?

Berbagai faktor di luar hubungan dengan pasangan (termasuk faktor sudah punya anak) jangan jadi alasan yang terkadang malah membuat masalah semakin rumit. Hubungan yang tidak bahagia tersebut akan semakin parah saja jika memang salah satu di antara Anda masih bersikeras pada ego masing-masing dan anak jadi tidak mendapatkan teladan pernikahan yang sehat.
Pada dasarnya, keputusan untuk memilih bertahan atau berpisah setelah pasangan selingkuh ada pada diri Anda sendiri. Kuncinya, jangan terpengaruh dari hal-hal lain yang membuat Anda justru semakin sulit untuk memutuskan pilihan, misalnya omongan orang lain. Mulailah dengan memantapkan hati dan pikiran Anda. Setelah itu, pertimbangkan secara detail segala risiko yang akan Anda hadapi ke depannya, termasuk masalah hak asuh anak misalnya.
Jika memang hubungan Anda dan pasangan sudah tidak dapat diperbaiki, berpisah bisa jadi jalan terbaik. Di lain sisi, jika Anda dan pasangan bertekad untuk memperbaiki hubungan juga bukanlah hal yang salah.
Sekali lagi, tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah masih logis untuk bertahan jika sudah diselingkuhi berkali-kali? Atau apakah keputusan untuk menyudahi hubungan ini hanya karena emosi sesaat saja?

Tips untuk Anda yang mempertahankan hubungan setelah pasangan selingkuh

Dalam banyak kasus, perselingkuhan adalah penghancur utama dalam sebuah hubungan. Meski begitu, banyak pula pasangan yang sudah menikah memutuskan untuk tetap bertahan karena memiliki banyak faktor yang dipertimbangkan. Sulit memang membangun kepercayaan kembali untuk sembuh dari rasa sakit setelah diselingkuhi. Jika Anda salah satu orang yang berada di posisi ini, berikut tips mempertahankan hubungan setelah ada perselingkuhan.

1. Jujur

Ya, kejujuran adalah hal utama yang harus Anda lakukan untuk dapat bangkit setelah perselingkuhan. Sampaikan pada pasangan secara mendetail tentang semua keluhan yang Anda rasakan. Memendam perasaan sakit sendiri membuat korban perselingkuhan rentan mengalami depresi karena kesedihan yang mendalam.
Oleh sebab itu, sangat penting bagi pasangan yang selingkuh untuk mendengarkan dan memahami setiap keluh kesah yang disampaikan oleh korban perselingkuhan.

2. Buat peraturan

Bukan hal yang aneh lagi jika korban perselingkuhan umumnya akan lebih posesif kepada pasangannya. Ya, ini adalah sebuah pertahanan yang secara alamiah dibentuk agar kejadian perselingkuhan tak terulang lagi. Oleh sebab itu, bagi Anda korban perselingkuhan, membuat aturan yang disepakati bersama pasangan adalah hal yang wajib untuk dilakukan.
Anda dapat meminta pasangan untuk selalu siap sedia menjawab teleponnya, meskipun memang tidak ada percakapan penting yang akan dibahas. Selain itu, buatlah kesepakatan agar Anda dapat melihat dan mengecek isi ponsel dan aktivitas online yang dilakukan oleh pasangan Anda.
Namun, jika semua hal ini sudah dilakukan tapi Anda tetap sulit sekali memercayai pasangan, mungkin itu artinya Anda dan pasangan memang sudah tidak bisa lagi mengusahakan apa pun.

3. Saling berbagi tanggung jawab

Orang yang pernah selingkuh harus mau menanggung semua kesalahannya, apa pun konsekuensinya. Sementara untuk Anda yang diselingkuhi, bantulah pasangan untuk dapat keluar dari masalah perselingkuhan yang pernah ia lakukan. Misalnya dengan cara sama-sama melakukan konseling pernikahan.
Sadarilah bahwa masing-masing dari Anda memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun hubungan yang lebih baik lagi di masa depan.

Comments

Popular posts from this blog

10 Tips Melakukan Seks Cepat Saat Tak Ada Waktu

Pernahkah Anda melakukan seks cepat? Hmm, bagaimana rasanya? Kita semua tahu bahwa seks yang memuaskan adalah yang melibatkan pemanasan, dapat berupa ciuman, pijatan, sentuhan-sentuhan memanjakan, atau permainan tertentu. Namun, saat waktu yang kita miliki terbatas, seks singkat pun menjadi pilihan yang menantang. Terkadang seks cepat juga dilakukan saat salah satu pasangan tidak sabar menunggu. Tapi apakah seks cepat tersebut dapat membuat Anda dan pasangan merasa terkoneksi? Lalu bagaimana cara melakukannya agar sama bermaknanya seperti bercinta biasa. Bagaimana melakukan seks cepat? Berdasarkan survei terapis seks yang berasal dari Kanada dan Amerika, yang dipublikasikan pada The Journal of Sexual Medicine, seks cepat atau quickie  tidak melibatkan pemanasan ( foreplay ), biasanya berlangsung sekitar 3 sampai 13 menit. Mungkin pada novel-novel romantis, adegan seks yang lama terasa sangat sensual, namun seringnya di kehidupan nyata, seks maraton yang berlangsun...

Haruskah Komunikasi Sepanjang Waktu dengan Pacar?

Tidak bisa dipungkiri bahwa komunikasi adalah salah satu aspek terpenting dalam sebuah hubungan. Melalui komunikasi, keterikatan emosional serta keintiman Anda dan pasangan akan selalu terjaga. Namun, seberapa sering Anda harus melakukan komunikasi dalam hubungan pacaran? Apakah komunikasi wajib dilakukan setiap hari? Apakah komunikasi dalam hubungan pacaran harus dilakukan setiap hari? Ketika baru saja memulai hubungan asmara, mungkin Anda atau pasangan selalu memiliki keinginan untuk berbicara, bahkan sekadar  chatting  setiap waktu. Rasanya Anda dan pasangan tidak mau kehilangan momen berharga untuk membicarakan apapun, mulai dari menanyakan kegiatan sehari-hari, hingga topik-topik seru lainnya. Tetapi, mungkin Anda pernah bertanya-tanya apakah komunikasi memang perlu dilakukan setiap hari dalam hubungan pacaran. Anda mungkin khawatir apakah pasangan merasa bosan dan jenuh bila komunikasi dilakukan secara berlebihan. Di sisi lain, Anda juga takut hubungan i...

Berapa Kali Masturbasi yang Dianggap Masih Normal?

Alasan utama mengapa pria suka melakukan masturbasi adalah untuk mendapatkan kesenangan. Setelah melakukan masturbasi, pria akan merasa kepuasan seksualnya terpenuhi. Kenikmatan yang diperolehnya ini membuat pria ingin selalu melakukannya, bahkan mungkin bisa mengakibatkan kecanduan. Beberapa mungkin sampai mengganggu kehidupan sehari-harinya. Agar tidak mengembangkan hal-hal yang buruk, apakah ada batas maksimal berapa kali masturbasi yang masih dianggap wajar? Berapa kali masturbasi yang masih tergolong normal? Pertanyaan tersebut mungkin sering Anda pikirkan di otak Anda. Ya, melalui masturbasi seorang pria dapat terpuaskan akan kebutuhan seksualnya. Namun, jika hal ini dilakukan terus-menerus, tentu dapat mengganggu kehidupan dan hasrat seksual. Apalagi seringnya melakukan masturbasi setelah menikah juga terbukti membuat keintiman dengan pasangan menjadi berkurang. Masturbasi mungkin diperlukan, selain untuk kepuasan seksual, juga untuk mengeluarkan sperma...