Skip to main content

CEWEK BUGIL

Lebih Sehat Minum Pakai Sedotan Atau Langsung dari Gelas?

Minum dari sedotan adalah hal wajar. Jika kita pergi ke tempat makan atau membeli minuman di luar, sering kali kita membutuhkan sedotan sebagai alat untuk menyeruput minuman. Ketika minum minuman yang panas, sedotan dapat membantu air panas tersebut pelan-pelan masuk ke mulut Anda. Minum melalui sedotan juga lebih praktis dibanding dengan meneguknya langsung, selain itu juga dapat mengurangi risiko tersedak. Namun, apakah menggunakan sedotan memang lebih baik?

Keuntungan minum lewat sedotan

――――――――――――――――――――――

Memang masih ada pro dan kontra keuntungan dan kerugian minum lewat sedotan. Ada yang mengatakan minum lewat sedotan dapat membantu menghindari jumlah gula yang terminum, sehingga akan membantu mengurangi efek cairan dan asam minuman yang masuk ke mulut Anda sehingga gigi Anda tetap putih.

Menurut Dr. Euan Swan, manager program gigi di Canadian Dental Association, yang dikutip oleh Best Health Magazine mengungkapkan, “Minum pakai sedotan akan meminimalisir kontak gula dengan gigi Anda.”
Menurut laporan sebuah jurnal dari General Dentistry, the Academy of General Dentistry’s (AGD), minum melalui sedotan juga dapat mengurangi masalah gigi berlubang. Laporan tersebut dibuat dengan cara memantau kebiasan minum partisipan dan ditemukan bahwa beberapa faktor seperti frekuensi meneguk dan lamanya minuman berada di mulut, akan mempengaruhi jenis, lokasi dan tingkat keparahan kerusakan gigi.

Gigi berlubang biasanya terjadi di gigi bagian belakang, dan minum secara langsung dari gelas atau botol dapat mempengaruhi jumlah cairan yang menyebar di dalam mulut. Namun, gigi berlubang juga ditemukan di bagian depan tepat di belakang bibir, jika orang tersebut meminum melalui sedotan.

Pendapat berbeda diungkapkan oleh dr. Mark Burhenne yang dikutip oleh Ask the Dentist, yang menyebut bahwa meminum dengan sedotan tetap tidak membuat perbedaan. Cairan tetap bisa Anda rasakan, maka efek dari gula dan asam tetap bisa merusak gigi Anda. Jika Anda menyentuhkan sedotan di antara bibir di depan gigi, efek makanan tetap bisa merusak gigi. Sama halnya dengan menyentuhkan sedotan di antara gigi Anda, bagian belakang gigi tetap bisa mengalami kerusakan. Yang perlu Anda ingat adalah lidah selalu berkontak dengan gigi, jadi jika minuman Anda bisa menyentuh lidah Anda, tentu saja gigi Anda pun akan terkena dampaknya.

Menurut Mohamed A. Bassiouny, DMD, Msc, PhD, pemimpin dari laporan ini, “Pilihan terbaik Anda adalah posisikan sedotan di belakang mulut ketika Anda meneguk minuman, dengan begitu akan mengurangi jumlah cairan yang terkontak dengan gigi Anda.”

Kerugian minum pakai sedotan

――――――――――――――――――――――

Minum dengan sedotan diketahui dapat menyebabkan keriput di sekitar mulut. Keriput dapat terjadi karena Anda akan mengerutkan bibir Anda ketika meminum dari sedotan. Memang keriput tidak akan terjadi dalam waktu semalam. Namun, kebiasaan minum pakai sedotan akan lambat laun membentuk lipatan di sekitar mulut, sehingga jika dilakukan secara berulang-ulang dapat menyebabkan kulit meregang.

Dampak lain yang terjadi ketika meminum dari sedotan adalah masalah pada pencernaan Anda, bisa berupa gas berlebih atau perut kembung. Mengapa bisa demikian? Alasannya adalah ketika Anda minum lewat sedotan air, ada kemungkinan Anda menelan udara lebih banyak pada setiap tegukan dibanding dengan Anda minum secara langsung. Udara ini akan mengumpul di usus dan dapat menimbulkan perut kembung dan rasa tak nyaman akibat gas.

Comments

Popular posts from this blog

10 Tips Melakukan Seks Cepat Saat Tak Ada Waktu

Pernahkah Anda melakukan seks cepat? Hmm, bagaimana rasanya? Kita semua tahu bahwa seks yang memuaskan adalah yang melibatkan pemanasan, dapat berupa ciuman, pijatan, sentuhan-sentuhan memanjakan, atau permainan tertentu. Namun, saat waktu yang kita miliki terbatas, seks singkat pun menjadi pilihan yang menantang. Terkadang seks cepat juga dilakukan saat salah satu pasangan tidak sabar menunggu. Tapi apakah seks cepat tersebut dapat membuat Anda dan pasangan merasa terkoneksi? Lalu bagaimana cara melakukannya agar sama bermaknanya seperti bercinta biasa. Bagaimana melakukan seks cepat? Berdasarkan survei terapis seks yang berasal dari Kanada dan Amerika, yang dipublikasikan pada The Journal of Sexual Medicine, seks cepat atau quickie  tidak melibatkan pemanasan ( foreplay ), biasanya berlangsung sekitar 3 sampai 13 menit. Mungkin pada novel-novel romantis, adegan seks yang lama terasa sangat sensual, namun seringnya di kehidupan nyata, seks maraton yang berlangsun...

Haruskah Komunikasi Sepanjang Waktu dengan Pacar?

Tidak bisa dipungkiri bahwa komunikasi adalah salah satu aspek terpenting dalam sebuah hubungan. Melalui komunikasi, keterikatan emosional serta keintiman Anda dan pasangan akan selalu terjaga. Namun, seberapa sering Anda harus melakukan komunikasi dalam hubungan pacaran? Apakah komunikasi wajib dilakukan setiap hari? Apakah komunikasi dalam hubungan pacaran harus dilakukan setiap hari? Ketika baru saja memulai hubungan asmara, mungkin Anda atau pasangan selalu memiliki keinginan untuk berbicara, bahkan sekadar  chatting  setiap waktu. Rasanya Anda dan pasangan tidak mau kehilangan momen berharga untuk membicarakan apapun, mulai dari menanyakan kegiatan sehari-hari, hingga topik-topik seru lainnya. Tetapi, mungkin Anda pernah bertanya-tanya apakah komunikasi memang perlu dilakukan setiap hari dalam hubungan pacaran. Anda mungkin khawatir apakah pasangan merasa bosan dan jenuh bila komunikasi dilakukan secara berlebihan. Di sisi lain, Anda juga takut hubungan i...

Berapa Kali Masturbasi yang Dianggap Masih Normal?

Alasan utama mengapa pria suka melakukan masturbasi adalah untuk mendapatkan kesenangan. Setelah melakukan masturbasi, pria akan merasa kepuasan seksualnya terpenuhi. Kenikmatan yang diperolehnya ini membuat pria ingin selalu melakukannya, bahkan mungkin bisa mengakibatkan kecanduan. Beberapa mungkin sampai mengganggu kehidupan sehari-harinya. Agar tidak mengembangkan hal-hal yang buruk, apakah ada batas maksimal berapa kali masturbasi yang masih dianggap wajar? Berapa kali masturbasi yang masih tergolong normal? Pertanyaan tersebut mungkin sering Anda pikirkan di otak Anda. Ya, melalui masturbasi seorang pria dapat terpuaskan akan kebutuhan seksualnya. Namun, jika hal ini dilakukan terus-menerus, tentu dapat mengganggu kehidupan dan hasrat seksual. Apalagi seringnya melakukan masturbasi setelah menikah juga terbukti membuat keintiman dengan pasangan menjadi berkurang. Masturbasi mungkin diperlukan, selain untuk kepuasan seksual, juga untuk mengeluarkan sperma...